Rabu, 05 Mei 2010

CERPEN

Judul buku: Negeri 5 Menara
Pengarang: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku: 418 halaman
Cetakan: Pertama, Juli 2009

Man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses. Inilah hikmah pertama yang dapat kita tangkap saat membaca novel Negeri 5 Menara. Hikmah yang juga diterima oleh pengarangnya, A. Fuadi, saat belajar di Pesantren Gontor, dan menjadi semacam doktrin yang harus diamalkan oleh para santri Pesantren Madani yang begitu ajaib dalam novel ini.

Ada dalam satu mainstream dengan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sebagai novel pendidikan, novel Negeri 5 Menara juga mengangkat romantika kehidupan siswa (santri) di sebuah lembaga pendidikan yang terpencil di pedesaan. Para tokoh cerita dalam novel Andrea Hirata dipanggil sebagai Laskar Pelangi, sedangkan para tokoh cerita dalam novel A. Fuadi dipanggil sebagai Sahibul Menara.

Laskar Pelangi adalah sebutan bagi 10 siswa dari keluarga miskin yang bertahan di SD (sampai SMP) Muhammadiyah di desa terpencil di Bangka. Saat berekreasi, mereka melihat pelangi, dan guru mereka, Bu Muslimah, pun memanggil mereka sebagai Laskar Pelangi. Sementara Sahibul Menara adalah sebutan bagi enam santri Pondok Madani yang suka berkumpul di taman di kaki menara masjid Pondok Madani untuk berdiskusi tentang banyak hal sambil menunggu azan Maghrib.

Baik Laskar Pelangi maupun Negeri 5 Menara sama-sama berbicara tentang tradisi dan semangat belajar, cita-cita dan impian tentang masa depan.

Kedua novel tersebut sama-sama terinspirasi dari kisah nyata pengarangnya. Bedanya, latar cerita Laskar Pelangi adalah sebuah sekolah Muhammadiyah di daerah terpencil yang nyaris dibubarkan karena kekurangan murid, sedangkan Negeri 5 Menara adalah sebuah pesantren (juga di daerah terpencil) yang ajaib karena santrinya mencapai ribuan dan penegakan disiplin serta sistem pendidikannya yang begitu luar biasa.

Penuh hikmah
Sebagai novel pendidikan, kisah Sahibul Menara dalam novel Negeri 5 Menara, yang terpusat pada kisah tokoh utamanya, Alif Fikri, ini adalah kisah yang sangat inspiratif dan penuh hikmah. Cukup pas komentar pendek Andy F. Noya pada sampul buku, "Novel inspiratif dengan selingan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka-teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita."

Dibuka dengan cerita saat Alif Fikri berada di Washington DC sebagai wartawan sukses yang akan berangkat ke London untuk mewawancarai Tony Blair, kisah kemudian meloncat mundur jauh ke belakang, saat Alif masih menjadi siswa madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) di Agam, Sumatera Barat. Alif sangat bermimpi untuk dapat melanjutkan ke SMA terbaik di Bukittinggi. Tapi, orang tuanya sangat menginginkan dia masuk ke sekolah agama. Berkat informasi dari Pak Etek Gindo, akhirnya Alif memilih masuk Pondok Madani, tempat pertama kali Alif Fikri berkenalan dengan dunia jurnalistik dan kewartawanan.

Dari sinilah, A. Fuadi lantas bercerita panjang lebar tentang perantauan Alif dalam mencari ilmu, yang sebagian besar mengisahkan Alif dan kawan-kawannya dari berbagai daerah selama menuntut ilmu di Pondok Madani, serta pengalaman Alif menjadi wartawan Harian Kilas 70--- sebuah majalah dinding Pondok Madani yang terbit tiap hari. Alif dan kawan-kawannya (Sahibul Menara) tumbuh di tengah ketatnya penegakan disiplin dan dorongan semangat untuk maju, dengan prinsip man jadda wa jadda. Mereka harus belajar sejak bangun dini hari (04.30) sampai menjelang tengah malam (22.00). Mereka tidak boleh terlambat sedikit pun dalam mengikuti semua kegiatan pondok yang telah dijadwal secara ketat. Mereka hidup dalam pengawasan petugas keamanan pondok (Kismul Amni) yang siap mencatat dan menghukum tiap santri yang melanggar peraturan pondok tanpa pandang bulu.

Pada bagian yang mendominasi hampir seluruh bagian novel ini A. Fuadi merefleksikan pengalamannya saat belajar di Pondok Modern Gontor. Sepertinya, hampir semua bagian novel ini memang merupakan catatan pengalaman hidup A. Fuadi. Dia masuk Pondok Modern Gontor atas permintaan ibunya. Di pondok ini dia menjalani jadwal belajar yang ketat, dan di pondok ini pula dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan dalam mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, man jadda wa jadda. Pengalaman menarik yang penuh hikmah itulah yang dikemasnya menjadi sebuah novel setebal lebih dari 400 halaman.

Hal yang juga menarik dalam novel ini adalah kepiawaian A. Fuadi dalam menceritakan hal-hal yang sebenarnya biasa, seperti hukuman bagi santri yang melanggar disiplin, menjadi dramatis sekaligus jenaka. Misalnya, ketika Alif Fikri dan kawan-kawan sekamarnya kepergok terlambat ke masjid. Mereka disergap oleh petugas keamanan pondok di tengah lapangan. Karena sosok sang petugas mirip Mike Tyson, Fuadi pun menyebutnya sebagai "sergapan pertama Tyson". Begitu juga kerja keras para kru Harian Kilas 70, yang intinya hanya menggambarkan kesibukan para santri dalam menyiapkan majalah dinding harian tersebut, bisa dikisahkan secara menarik, sekaligus mengandung makna man jadda wa jadda. Misalnya, saat Alif yang bertubuh kecil harus berebut dengan para wartawan professional untuk mewawancarai Panglima ABRI yang sedang berkunjung ke Pondok Madani, dan bersama timnya ia harus menyiapkan edisi terbaru Kilas 70 hanya dalam waktu beberapa jam agar dapat diberikan kepada sang panglima.

Selain itu, novel ini juga kaya muatan tradisi lokal, baik tradisi pengajaran di Pondok Pesantren maupun tradisi lokal masyarakat Agam (Minang) di Sumatera Barat. Bahkan, perjalanan darat Alif Fikri dan ayahnya dari Sumatera Barat ke Gontor (Jawa Timur) pun ia sebut sebagai semacam perjalanan budaya, karena di sepanjang perjalanan mereka menyaksikan berbagai ekspresi budaya masyarakat daerah-daerah dan kota-kota yang dilaluinya.

Karena itu, kita patut menyambut gembira kehadiran novel pendidikan ini. Apalagi, jika ternyata juga laris di pasar buku novel Indonesia. Kehadiran novel-novel semacam itu dapat menjadi penyeimbang, atau bacaan alternatif, di tengah maraknya novel-novel sekuler yang rata-rata juga laris.

Larisnya novel-novel semacam itu, dan semoga juga Negeri 5 Menara, mengindikasikan bahwa masyarakat juga membutuhkan dan menyukai bacaan-bacaan (fiksi) yang mencerahkan. Ini juga merupakan indikasi bahwa masyarakat tidak hanya memerlukan bacaan yang menghibur, tapi juga mengandung hikmah atau semacam vitamin kehidupan yang membuat mereka dapat terdorong untuk bersikap lebih positif dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan godaan duniawi.

Judul: Outliers: Di Balik Rahasia Sukses
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-4476-2
Tebal: 309 halaman

Apa persamaan The Beatles dan Mozart ? Mengapa dua jenius besar bisa memiliki nasib yang bertolak belakang: Robert Oppenheimer berhasil menembus Harvard dan Cambridge lalu menjadi fisikawan terkemuka di Amerika sedangkan Chris Langan hanya lulus SMA dan kini menjalani hidup sebagai petani? Mengapa sebagian besar pemain hockey kawakan di Kanada lahir di bulan Januari? Mengapa perintis perusahaan komputer besar di Amerika hampir semuanya lahir di tahun 1955? Mengapa tingkat kecelakaan pesawat terbang Korean Airlines memiliki kaitan dengan analisis kultural dan linguistik ?

Pertanyaan-pertanyaan di atas nampaknya tak berkaitan satu dengan yang lain namun jika kita membaca buku ini, kita akan tahu bahwa sesungguhnya ada seutas benang merah yang menjadikan mereka satu:Bagaimana kesuksesan bisa diraih.

*

Sebagian orang menganggap bahwa kesuksesan diraih karena nilai-nilai instrinsik: kerja keras dan kepandaian. Dalam buku ini, Malcolm Gladwell menyanggahnya dan memaknai kesuksesan sebagai kombinasi dari berbagai faktor. Keberhasilan adalah akhir dari kepandaian, kemauan keras untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, keberuntungan, peristiwa dalam sejarah dunia dan momen-momen tertentu di kehidupan pribadi yang semuanya dialami oleh orang yang tepat dan berlangsung di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat.

Sesungguhnya Gladwell, mantan jurnalis The Washington Post yang menelurkan dua buku bestseller sejak kepindahannya ke majalah New Yorker, sedang menyampaikan gagasan-gagasan lama. Di sepanjang tulisan, ia tak menyebut secara eksplisit nama dari sosok nyata yang tak sependapat dengannya. Ia cenderung melakukan monolog, yaitu berdebat dengan 'we'. Saya rasa hal ini terjadi kemungkinan besar karena memang tak ada orang yang membantah gagasan klasik tentang makna kesuksesan di buku berdesain minimalis ini.

Bagaimanapun, Gladwell menyuguhkan ide-idenya dengan renyah sehingga mudah dipahami. Seperti halnya Tipping Point dan Blink, dua karya yang membuatnya dijuluki pop sociologist oleh beberapa media, 'Outliers' tampil dengan bahasa yang ringan dan menghadirkan banyak studi kasus yang jarang bisa diakses melalui harian atau majalah. Banyak nama besar dan fenomena menarik bermunculan sebagai contoh.
Simak saja, Gladwell menyoroti kecenderungan bangsa Yahudi di Amerika untuk menjadi pengacara atau dokter serta kemampuan matematis orang Asia yang jauh lebih baik dibandingkan rekan-rekan mereka di Barat. Ia lantas bertanya, mengapa itu semua terjadi ? Sangat mungkin ini juga pertanyaan jutaan orang lainnya yang kerap dilontarkan dalam obrolan ringan di kafe atau dibahas iseng-iseng di milis. 'Outliers' berusaha menjawab dan para penggila baca di Amerika pun langsung menjadikan buku ini bahan perbincangan sejak penerbitan perdananya November tahun lalu.

*

Outliers mengacu pada situasi atau sosok yang secara signifikan berbeda dengan yang lain. The Beatles adalah outlier dalam sejarah musik dunia yang telah menghasilkan puluhan band terkenal. Bill Gates adalah outlier di antara ratusan ahli komputer yang sekarang bisa dengan mudah kita jumpai di era high-tech ini. Tingkat kecelakaan yang dialami Korean Air di masa lampau juga termasuk tinggi dan karenanya dianggap outlier mengingat pesawat mengalami naas saat pilot sedang dalam kondisi prima dan pesawat terbilang layak terbang. Lantas apa yang menyebabkan mereka menjadi outliers?

Mari kita intip daftar 75 orang terkaya sepanjang sejarah, dari mulai tokoh Mesir Kuno yaitu Cleopatra dan Firaun hingga nama dari zaman modern seperti Bill Gates dan Sutan Hassanal Bolkiah. Jika daftar itu dicermati, kita akan menemukan sebuah fakta unik berupa 14 orang Amerika yang lahir antara 1831-1839. Bayangkanlah jumlah generasi yang terentang dari mulai Firaun hingga Bill Gates dan jumlah negara yang pernah ada di muka bumi. Lihatlah bahwa 20% dari daftar di atas ternyata berasal dari sebuah generasi di sebuah negara !

Gladwell yakin ini terjadi karena tahun 1860 dan 1870an Amerika sedang menuju masa keemasan:Ketika itulah Wallstreet lahir, pabrik didirikan dan jalur kereta mulai dibangun. Mereka yang lahir di sekitar 1850an kehilangan momen untuk berpartisipasi karena terlalu muda sedangkan mereka yang lahir tahun 1820an sudah terlalu tua dan kerangka berpikirnya tak bisa lagi mengikuti perkembangan zaman. Di antara dua pihak ini terbentanglah 9 tahun periode yang memberi bayi-bayi kesempatan emas untuk kelak berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi saat dewasa.

Contoh kasus di atas menunjukkan kita keyakinan Gladwell bahwa faktor ekstrinsik amat berperan dalam kesuksesan seseorang:peristiwa tertentu dalam sejarah dunia, misalnya. Nampak sekali bahwa ia bahkan percaya bahwa elemen ekstrinsik ini kerap lebih menentukan daripada instrinsik. Pembahasan macam ini tak hanya muncul sekilas namun mewarnai isi buku secara kental. Tak heran jika lantas terpancar kuat dari isi buku bahwa dalam sebuah kesuksesan, peran kerja keras urutannya hanyalah nomor dua setelah keberuntungan.

Tentu saja hal ini amat mungkin untuk diperdebatkan. Ambillah Victor Frankl sebagai contoh, misalnya. Psikiater ini mengalami siksaan di bawah rezin Nazi namun bisa bertahan hidup hingga umur 90. Pada kasus Frankl, yang berhasil menulis lebih dari 20 buku setelah mengalami tahun-tahun penuh aniaya, kesuksesannya jauh lebih ditentukan oleh nilai-nilai intrinsik dan bukan ekstrinsik, yaitu kerinduan untuk berjumpa istri dan keinginan untuk memperoleh makna hidup dengan cara berkarya

Banyak pembaca juga melayangkan pikiran kea arah surat-surat Ibu Theresa dari Kalkuta. Kumpulan surat ini pernah menjadi laporan utama di majalah terkemuka terbitan negara tempat Gladwell berdomisili, TIMES, dan dibukukan ke dalam berbagai bahasa. Pergulatan batin perempuan Albania ini jelas menunjukkan bahwa upaya karitasnya bisa berkembang, bukan hanya bertahan, sebagian besar karena nilai-nilai intrinsik seperti ketabahan serta kepasrahan.

Bagaimanapun, saat buku sudah terbit, pengarang pun mati. Sebagai pembaca kita memiliki kebebasan penuh untuk memaknai kesuksesan. Kita bisa melahap buku ini mentah-entah atau terpana pada rasanya yang gurih dan, pada saat yang sama, menjadi pembaca yang memiliki sikap kritis.

*Penulis adalah Guru Pelita Harapan Lippo-Cikarang, Penulis buku Keberanian Bernama Munir: Mengenal Sisi-sisi Personal Munir


Judul: Outliers: Di Balik Rahasia Sukses
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-4476-2
Tebal: 309 halaman

Apa persamaan The Beatles dan Mozart ? Mengapa dua jenius besar bisa memiliki nasib yang bertolak belakang: Robert Oppenheimer berhasil menembus Harvard dan Cambridge lalu menjadi fisikawan terkemuka di Amerika sedangkan Chris Langan hanya lulus SMA dan kini menjalani hidup sebagai petani? Mengapa sebagian besar pemain hockey kawakan di Kanada lahir di bulan Januari? Mengapa perintis perusahaan komputer besar di Amerika hampir semuanya lahir di tahun 1955? Mengapa tingkat kecelakaan pesawat terbang Korean Airlines memiliki kaitan dengan analisis kultural dan linguistik ?

Pertanyaan-pertanyaan di atas nampaknya tak berkaitan satu dengan yang lain namun jika kita membaca buku ini, kita akan tahu bahwa sesungguhnya ada seutas benang merah yang menjadikan mereka satu:Bagaimana kesuksesan bisa diraih.

*

Sebagian orang menganggap bahwa kesuksesan diraih karena nilai-nilai instrinsik: kerja keras dan kepandaian. Dalam buku ini, Malcolm Gladwell menyanggahnya dan memaknai kesuksesan sebagai kombinasi dari berbagai faktor. Keberhasilan adalah akhir dari kepandaian, kemauan keras untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, keberuntungan, peristiwa dalam sejarah dunia dan momen-momen tertentu di kehidupan pribadi yang semuanya dialami oleh orang yang tepat dan berlangsung di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat.

Sesungguhnya Gladwell, mantan jurnalis The Washington Post yang menelurkan dua buku bestseller sejak kepindahannya ke majalah New Yorker, sedang menyampaikan gagasan-gagasan lama. Di sepanjang tulisan, ia tak menyebut secara eksplisit nama dari sosok nyata yang tak sependapat dengannya. Ia cenderung melakukan monolog, yaitu berdebat dengan 'we'. Saya rasa hal ini terjadi kemungkinan besar karena memang tak ada orang yang membantah gagasan klasik tentang makna kesuksesan di buku berdesain minimalis ini.

Bagaimanapun, Gladwell menyuguhkan ide-idenya dengan renyah sehingga mudah dipahami. Seperti halnya Tipping Point dan Blink, dua karya yang membuatnya dijuluki pop sociologist oleh beberapa media, 'Outliers' tampil dengan bahasa yang ringan dan menghadirkan banyak studi kasus yang jarang bisa diakses melalui harian atau majalah. Banyak nama besar dan fenomena menarik bermunculan sebagai contoh.
Simak saja, Gladwell menyoroti kecenderungan bangsa Yahudi di Amerika untuk menjadi pengacara atau dokter serta kemampuan matematis orang Asia yang jauh lebih baik dibandingkan rekan-rekan mereka di Barat. Ia lantas bertanya, mengapa itu semua terjadi ? Sangat mungkin ini juga pertanyaan jutaan orang lainnya yang kerap dilontarkan dalam obrolan ringan di kafe atau dibahas iseng-iseng di milis. 'Outliers' berusaha menjawab dan para penggila baca di Amerika pun langsung menjadikan buku ini bahan perbincangan sejak penerbitan perdananya November tahun lalu.

*

Outliers mengacu pada situasi atau sosok yang secara signifikan berbeda dengan yang lain. The Beatles adalah outlier dalam sejarah musik dunia yang telah menghasilkan puluhan band terkenal. Bill Gates adalah outlier di antara ratusan ahli komputer yang sekarang bisa dengan mudah kita jumpai di era high-tech ini. Tingkat kecelakaan yang dialami Korean Air di masa lampau juga termasuk tinggi dan karenanya dianggap outlier mengingat pesawat mengalami naas saat pilot sedang dalam kondisi prima dan pesawat terbilang layak terbang. Lantas apa yang menyebabkan mereka menjadi outliers?

Mari kita intip daftar 75 orang terkaya sepanjang sejarah, dari mulai tokoh Mesir Kuno yaitu Cleopatra dan Firaun hingga nama dari zaman modern seperti Bill Gates dan Sutan Hassanal Bolkiah. Jika daftar itu dicermati, kita akan menemukan sebuah fakta unik berupa 14 orang Amerika yang lahir antara 1831-1839. Bayangkanlah jumlah generasi yang terentang dari mulai Firaun hingga Bill Gates dan jumlah negara yang pernah ada di muka bumi. Lihatlah bahwa 20% dari daftar di atas ternyata berasal dari sebuah generasi di sebuah negara !

Gladwell yakin ini terjadi karena tahun 1860 dan 1870an Amerika sedang menuju masa keemasan:Ketika itulah Wallstreet lahir, pabrik didirikan dan jalur kereta mulai dibangun. Mereka yang lahir di sekitar 1850an kehilangan momen untuk berpartisipasi karena terlalu muda sedangkan mereka yang lahir tahun 1820an sudah terlalu tua dan kerangka berpikirnya tak bisa lagi mengikuti perkembangan zaman. Di antara dua pihak ini terbentanglah 9 tahun periode yang memberi bayi-bayi kesempatan emas untuk kelak berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi saat dewasa.

Contoh kasus di atas menunjukkan kita keyakinan Gladwell bahwa faktor ekstrinsik amat berperan dalam kesuksesan seseorang:peristiwa tertentu dalam sejarah dunia, misalnya. Nampak sekali bahwa ia bahkan percaya bahwa elemen ekstrinsik ini kerap lebih menentukan daripada instrinsik. Pembahasan macam ini tak hanya muncul sekilas namun mewarnai isi buku secara kental. Tak heran jika lantas terpancar kuat dari isi buku bahwa dalam sebuah kesuksesan, peran kerja keras urutannya hanyalah nomor dua setelah keberuntungan.

Tentu saja hal ini amat mungkin untuk diperdebatkan. Ambillah Victor Frankl sebagai contoh, misalnya. Psikiater ini mengalami siksaan di bawah rezin Nazi namun bisa bertahan hidup hingga umur 90. Pada kasus Frankl, yang berhasil menulis lebih dari 20 buku setelah mengalami tahun-tahun penuh aniaya, kesuksesannya jauh lebih ditentukan oleh nilai-nilai intrinsik dan bukan ekstrinsik, yaitu kerinduan untuk berjumpa istri dan keinginan untuk memperoleh makna hidup dengan cara berkarya

Banyak pembaca juga melayangkan pikiran kea arah surat-surat Ibu Theresa dari Kalkuta. Kumpulan surat ini pernah menjadi laporan utama di majalah terkemuka terbitan negara tempat Gladwell berdomisili, TIMES, dan dibukukan ke dalam berbagai bahasa. Pergulatan batin perempuan Albania ini jelas menunjukkan bahwa upaya karitasnya bisa berkembang, bukan hanya bertahan, sebagian besar karena nilai-nilai intrinsik seperti ketabahan serta kepasrahan.

Bagaimanapun, saat buku sudah terbit, pengarang pun mati. Sebagai pembaca kita memiliki kebebasan penuh untuk memaknai kesuksesan. Kita bisa melahap buku ini mentah-entah atau terpana pada rasanya yang gurih dan, pada saat yang sama, menjadi pembaca yang memiliki sikap kritis.

*Penulis adalah Guru Pelita Harapan Lippo-Cikarang, Penulis buku Keberanian Bernama Munir: Mengenal Sisi-sisi Personal Munir

Judul: Putri Cina
Penulis: Sindhunata

SASTRA adalah cermin dan wujud semi-wadag kebudayaan. Ia lahir dari sastrawan yang gelisah atas kondisi masyarakat yang menjadi konteks hidupnya. Ia merefleksikan kondisi itu dan menggambarkannya. Dan tidak hanya menggambarkan, tapi juga memberi alternatif arah yang lebih bermakna, walau sang sastrawan barangkali tidak berpretensi ingin mengajar-ajari pembacanya. Karena itu, sastra yang memang bermutu tak pelak merupakan potret sosial, yang sekaligus berisi perenungan dan penyadaran yang memunculkan dalam diri pembacanya mutiara kebijaksanaan untuk melampaui kondisinya yang mengungkung dan membatasi. Itulah yang disodorkan kepada kita oleh Sindhunata, antara lain lewat novelnya, Putri Cina.


Mungkin karena sang novelis juga pastor, ia akrab dengan tema "dari debu kembali ke debu" untuk menggambarkan begitu terbatas dan sementaranya eksistensi ragawi yang sering dikutip pendeta ketika melepas orang mati. Hanya saja, kali ini Sindhunata tidak sedang mengutip kitab suci, tapi sajak klasik T'ao Ch'ien, untuk membingkai narasi. Eksistensi dan identitas ragawi itulah yang menjadi sumber kegelisahan Putri Cina, karena "ia tidak punya akar/diterbangkan ke mana-mana/seperti debu berhamburan".


Roh Kebebasan terpaksa berdimensi ragawi. Keterpaksaan itulah yang menjadi sumber kegelisahan dan kekecewaannya, sehingga ia bertanya tanpa jawab, "Kita datang ke dunia ini sebagai saudara, tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah?" Roh Kebebasan terpaksa menyandang daging dan darah yang mewujudnyatakannya secara wadag dan memberinya identitas cuma sedalam kulit, sekaligus membatasi, dengan segala stigmanya.


Putri Cina hanya representasi kaumnya. Merasa gamang tanpa akar, terpaksa menerima fakta menyandang identitas kultural dan ragawi tertentu, terserak di tempat yang terasa salah, dan dikambing-hitamkan. Itulah konteks hidup dan pergulatannya. Kalau Viktor Frankl gundah dengan man's search for meaning, pencarian manusia akan makna, Putri Cina gundah dengan pencarian akan identitas. Dalam pergulatan mencari identitas itu ia merasa seperti debu yang terbang dibawa angin, terserak di luar kuasanya, karena ternyata identitas itu menjadi permainan politik diskriminasi yang kejam. Sejak bab pertama kita sudah diharu biru oleh kepedihan Putri Cina yang "kehilangan wajah", dan hanya menemukan wajah mawar hitam, yang bagi Sindhu adalah bunga kematian. Kelopak-kelopaknya ringkih, mudah lepas dan terbang oleh tiupan. Warna kematian tersandang padanya.


Lewat novelnya Sindhu menggeluti dan dengan indah memaparkan tragika. Mitos dan data sejarah hanya sarana baginya. Ia ramu keduanya menjadi sajian kisah sedih yang memikat. Barangkali itu juga pengalaman pribadinya. Dengan kulit gelap, bahasa Jawa medhok, dan kesukaannya pada wayang purwa, siapa sangka dirinya adalah Cina? Konon ia pernah dirundung krisis identitas, dan menyangkal kecinaannya. Konon pula ia mengalami semacam pembalikan sikap pada saat belajar di Jerman dan mulai tertarik pada novel-novel bertema pencarian tanah leluhur, simbolik kerinduan pada akar-akar terdalam, karya pengarang imigran Yahudi. Mungkin pergulatan kaum pelarian Yahudi itu sedikit banyak mewakili pergulatan diri dan kaumnya. Sembunyi dari kejaran Nazi, pelarian Yahudi itu sampai akhir hanyat menyembunyikan identitas kultural mereka dan dengan demikian mencabut sendiri akar-akar terdalam yang memberi mereka kehidupan yang bermakna.


Kendati demikian, terlalu dangkal anggapan kita bila mengatakan Putri Cina hanya berkisah tentang tragika. Ada harapan yang membentangkan panggung baru bagi sebuah kerbersamaan yang bermakna. Dasarnya adalah cinta, suatu kekuatan dahsyat yang sepintas tampak lemah, tetapi nyatanya justru menghidupkan dan menghidup-hidupi. Dalam cinta, Giok Tien menemukan identitas makna keberadaannya. Dalam cinta pula Gurdo Paksi menemukan identitas sejatinya sebagai Setyoko. Dalam cinta itu luluh segala perbedaan. Bahkan hanya dalam cinta itu harta, kegagahan, keperkasaan dan kuasa memiliki makna. Tanpa cinta, semuanya itu bagai keris Kyai Pesat Nyawa. Keris yang selama ini menjadi andalan kedigdayaan Joyo Sumengah itu justru membawa ke kehancurannya.


Cinta pula yang membuat raga-raga mati bangkit dari kubur. Sebagai Roh Kebebasan mereka yang dikerangkai oleh raga mati itu terbang sebagai kupu-kupu bebas. Kupu-kupu itu bukan kupu-kupu dengan beban perbedaan yang memisahkan, tapi kupu-kupu kesamaan cinta yang mempersatukan. Karena tersentuh oleh cinta dan kasih sayang, menurut sang sastrawan, kematian pun menjadi telaga kehidupan yang amat indah, sehingga dari kematian itu justru turun hujan berkah dan kedamaian bagi dunia



Senin, 03 Mei 2010

   


                                                













Pendahuluan

Pada proyek robot kali ini, penulis memaparkan cara membuat robot berkaki 6 (hexapod) menggunakan 3 buah sensor, yaitu 1 sensor  jarak SRF04 (Sonar Range Finder) dan 2 bh  Sharp GP2D12.  Dijamin dechhh penasaran dan  menarik untuk dicoba J.





Blok Rangkaian

Robot ini bergerak berdasarkan informasi dari ketiga sensor jarak.  Robot ini diharapkan dapat melakukan “eksplorasi” ke daerah yang dilaluinya, untuk memberikan informasi ke “pemiliknya” menggunakan kamera wireless misalnya, oleh karena itu robot ini dinamakan Explorer Hexapod.  Gambar di bawah ini menampilkan blok rangkaian yang akan dibuat:

           







            Gambar 1.  Blok rangkaian robot Explorer Hexapod



Bahan –bahan

Berikut ini ialah bahan – bahan yang diperlukan, yang paling penting tentunya ialah kerangka dari kaki hexapod ini, yang dapat Anda buat sendiri atau membeli kit yang sudah jadi :

1.       2 buah servo motor HS311

2.       Body dan kaki hexapod

(Dapat membeli kit kaki hexapod lengkap dengan 2 bh servo HS311)

3.       Min. System  ATmega 8535, ATmega16 atau Atmega32

4.       Driver Motor DC 293D/ deKits SPC DC Motor

5.       1 sensor jarak  ultrasonic SRF 04 (jarak 3cm-3m)

6.       2 sensor jarak infrared SharpGP2D12(10cm -80cm)

7.       Tempat baterai 9V 2bh

Berikut ini ialah konstruksi dari kaki hexapod standar, yang digerakkan dari putaran motor servo continuous.  Servo ini dikendalikan dari port B.0-3  melalui Driver motor  yaitu kit DC motor Driver menggunakan IC L293D (dapat menggunakan juga kit dekits SPC DC Motor)  atau jika ingin lebih kuat lagi menggunakan IC H bridge  L298. Perlu diingat, kaki servo ini ada 3 pin, cukup gunakan 2 kaki yang menggerakan motor DC di dalam servo tersebut saja.

           







 Gambar 2.  Susunan  sisi  kaki hexapod

Servo HS311 merupakan servo dengan torsi yang cukup besar untuk menggerakkan robot dengan beban maksimal 1.5kg.



Cara kerja

Pertama, kita lihat dulu bagian sensor.  Sensor SRF04 digunakan untuk mengetahui jarak depan robot, apakah ada penghalang atau tidak, yang mampu mendeteksi jarak dari 3cm hingga  3 meter. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip gelombang ultrasonic. Pencari jarak ini bekerja dengan cara memancarkan pulsa suara dengan kecepatan suara (0.9 ft/milidetik) berfrekwensi 40 KHz.  Keluaran sensor ini dihubungkan ke Port C.0 dan Port C.1, dan dengan nilai trigger input sebesar 10 uS pada pulsa TTL.   Alasan mengapa digunakan sensor ini, ialah karena sensor  jarak ini paling banyak digunakan pada Kontes Robot Cerdas di Indonesia, sehingga pembaca pemula menjadi familiar. Anda dapat menambah sensor ini hingga 4 buah untuk digunakan pada  sisi kanan, kiri dan belakang robot biar lebih akurat.

                                                                       

                                                






Gambar 3.  Susunan kaki SRF04



Sedangkan 2 sensor infrared GP2D12 di sisi samping kanan dan kiri dapat mengukur jarak sejauh 10cm-  80cm dengan output analog, sehingga dapat langsung dihubungkan ke port A.0 dan port A.1  dari mikrokontroler AVR tersebut.  Karakteristik dari sensor ini tidak linear, oleh karena itu idealnya perlu digunakan look up table untuk mengolah raw data dari sensor tersebut.

Hasil pembacaan sensor-sensor jarak ini diolah oleh mikrokontroler, untuk memutuskan gerakan yang akan dilakukan apakah maju, mundur atau belok. Dengan memutarnya servo, menyebabkan bagian kaki yang terhubung ke servo  bergerak bergantian sehingga robot dapat berjalan. 



Explorer.bas:

‘Program Demo Robot Explorer Hexapod

‘By Mr. Widodo Budiharto

‘Univ. de Bourgogne 2007

‘deklarasi fungsi dan variabel

Declare Sub Initialize_ultrasonic()

Declare Function Ultrasonic_depan() As Integer

Dim Jarakdepan As Integer

Dim Jaraksampingkanan As Word

Dim Jaraksampingkiri As Word

Dim W As Word

Config Portb = Output

Config Portd = Input

Config Portc = Output

Config Adc = Single , Prescaler = Auto , Reference = Avcc   'konfigurasi ADC

Start Adc

Call Initialize_ultrasonic ‘panggil fungsi

Do

‘baca SRF04 untuk jarak depan


Print "jarak sampingkiri" ; Jaraksampingkiri

‘Demo jika ada halangan, maka belok kiri

 If Jarakdepan > 40 Then

   Portb = 8                                   'maju

Wait 2 ‘delay

Else if jarak depan <40 and jaraksampingkanan >150 then

    Portb = 0     'belok kiri 

    Wait 2

End If

Loop

End

Function Ultrasonic_depan() As Integer

                                                 ' set initial state pin trigger

                                      ' buat pulsa  5us @ 4 MHz

                     ' ukur return pulse

End Function

Sub Initialize_ultrasonic ‘inisialisasi  sensor ultrasonik

 

End Sub



Gambar berikut merupakan hasil yang sudah jadi yang dapat berjalan dengan cukup cepat dan kuat karena menggunakan servo torsi tinggi dari Hitec.


            A.                                                                   
                   

               

                     






Gambar 4. Robot in action



Pengembangan Selanjutnya

Untuk keperluan riset atau hobi, Anda dapat menambahkan kemampuan Artificial Intelligent menggunakan Fuzzy Logic, Algoritma Genetic atau Neural Network, agar robot ini menjadi robot yang cerdas.  Silahkan baca artikel selanjutnya mengenai Neural Network  di majalah kesayangan Anda ini.

Minggu, 04 April 2010

Puisi cinta ke-1:
selamat pagi cinta……diujung pagi yang cerah ini aku tak menemukan bayangmu,kemana dikau??…..aku selalu setia setiap pagi hanya buat mengatakan sayangku padamu…aku juga selalu membawa seikat bunga cinta yang segar nan indah buatmu seorang..namun pagi ini aku tak tau kemana gerangan dirimu yang biasanya akan selalu menyambutku dengan uluran kasih sayangmu..adakah kau rasa debar was wasku menanti hadirmu, hingga ujung pagi ini kaupun belum nampah ,,,,

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-2:

aku ingin semua yang hadir dalam jiwaku adalah hakmu yang akan menjadi pemacu dalam kisah hidup yang kita jalani sehari hari karena aku cinta kamu…aku juga ingin hadirku adalah kekayaanmu yang sempurna karena didalamnya ada pernak pernik sayangku buatmu..dalam suka dan duka dunia cinta aku ingin engkau juga paham akan semburan lava cinta yang sewaktu waktu bisa dahsat menghujani seluruh jiwamu ….selangkah semi selangkah semua ingin dalam janji kisah cinta yang kita jalani akan ringan terasa karena kau hadir saat tepat ujung jarum asmara menusuk jantung hariku….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-3:

dalam nelangsa hayalku ada hadirmu menyapaku,aku tersenyum ceria karena engkaupun tersenyun,,namun sedetik kemudian engkau pergi membawa senyum yang belum sempat kunikmati …aku tidak tau kenapa begitu cepat engkau berlalu dan membawa senyum itu pergi..aku juga bingung kenapa engkau tebarkan senyum lalu kaupun pergi tanpa sepatah kata terucap..kemana aku akan mencari dirimu dalam remang remang cahaya yang membawa langkahmu..kemana aku harus mengadu karena engkau tak meninggalkan jejak…haruskah aku berteriak agar alam semesta membantuku mencari langkahmu?????….aku juga tidak tau apakah senyum manismu itu adalah senyum perpisahan atau senyum terakhir buaatku..

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-4:

dinginnya malam tak sedingin hariku kala mengingat acuhnya dirimu memandangku,dengan apa aku harus buktikan kalau aku menyayangimu…dengan apa aku harus peragakan kalau aku mengasihimu sepenuh hari,tapi belum sempat ku ucap kata bayangmupun tak tampak lagi..kemana pergimu..kemana langkahmu..kemana bayangmu…yang kesekian kalinya aku harus kecewa karena cinta belum hampiri asaku dengan sempurna

aku titip salam rinduku padamu ………..aku sayang padamu……engkau yang merasakan kasihku..ILV U

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-5:

nuansa indah dihatiku tak pernah menentu itu karena engkau tak pernah menyatakan cinta dengan sempurna….jika itu hanya sebuah ilusi dalam hayal kenapa selalu engkau ucap salam manis buatku setiap hari.. walau begitu aku akan selalu menitipkan kangenku buatmu, ingin aku sapa dirimu setipa kali engkau titip salam tapi aku ragu arena salammu juga samar sampai…

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-6:

mimpi buruk selalu menghantui disetiap langkah kakiku tentang pedasnya ucapan selamat malammu yang engkau lontarkan tadi malam,aku bingung apa arti semuanya,aku juga gak ngerti kanapa demikian,haruskah aku pejamkan mata atau menutup mata sementara dihatiku selalu menggemakan namamu karena aku suka kamu….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-7:

indah sungguh indah kenangan yang engkau ciptakan bersama usainya malam tanpa selimut sinar rembulan…aku pasrah dalam hangetnya selimut tebal kulitmu…aku terbuai oleh manisnya rayu yang engkau lontarkan ketika kita bersama dalam kasih yang tercipta tanpa ada komando…aku menikmati sejuknya bibir mungilmu ketika menuturkan kisah kisah asmara yang kita jalani sehari hari..aku ingin semua kisah yang ada takkan pernah memudar dan takkan pernah hilang ditelan waktu karena aku sangat sayang padamu

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-8:

kesal kesal kesal………cinta membawaku kejalan kebencian memandangmu,mendengarmu dan mengingatmu……masa bodo dengan dirimu,masa bodo dengan ocehanmu,masa bodo dengan senyummu karena aku lagi kesal denganmu…enyahlah engkau dari hadapanku,enyahlah engkau dari ingatanku,dan pergi jauhlah engkau dari hai hariku…

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-9:

aku ragu dengan dia ,aku resah dengannya karena kasihnya tidak nampak ,karena sayangnya samar,,haruskah aku menyapa untuk mengetahui kepastiannya????….aku bimbang ,aku tidak bisa menyapa,aku tidak bisa menghampirinya,biarkanlah sayang ini lenyap dan pergi seperti dia yang pergi dan berlalu begitu saja dariku….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-10:

indah sangat indah kenangan diantara kita …semua kita ciptakan karena cinta yang bersemi diantara kita begitu damai,begitu teduh dan begitu manis,,,,namun kenapa tiba tiba saja semua lenyap ,,kenapa tiba tiba saja semua musnah dan kenapa tiba tiba saja hengkang dari hadapanku…..aku ingin semua yang pernah tercipta diantara kita adalah kenangan yang tak akan pernah ternoda oleh asa lain namun aku ingin kenangan itu tersimpan rapat rapat dalam sanubarimu agar suatu saat kalau kau ingin melihatnya masih tertata rapi…

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-11:

sayang kenapa tiba tiba saja asa yang kau titip padaku samar dan kaku?????…sayang kenapa indahnya senyumnu hambar terlihat olehku????aku tidak ingin semuanya begitu saja,karena semuanya belum sempurna aku lihat,ak semua yang ada padamu hanya tercipta buatku dan hanya buat ddiriku dalam hari hari sepanjang waktuku….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-12:

hari ini sudah hampir seperempatnya berjalan,namun sia sia aku menanti hadirmu diujung jalan yang sepi tanpa ada bayang yang melintas,,,aku hanyalah sebuah raga yang kesepian dalam hayal,aku adalah sebuah sosok yang nelangsa dalam bayangan,tapi aku juga adalah sesosok manusia yang butuh akan cinta dan kasih,karena itu aku menanti hadirmu diujung jalan itu,cintai aku,sayangi aku dan kasihilah aku….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-13:

tabir hidupmu adalah sebuah pengorbanan yang berat buatku ungkap tapi aku harus melakukannya agar aku tau apakah aku ada dibalik tabir itu..satu persatu akan kubuka tirainya,satu persatu akan ku susun didalam jiwa ini,aku tidak akan menyerah buat melakukannya hingga kutemukan asa tertulis namaku didalamnya,aku juga tidak akan melepaskanmu jiga asa itu ada dan tercipta buatku…terimakaisih buatmu karena engkau ijinkan aku membuka tabirmu karena sebenarnya diantara kita sudah tercipta sebuah asmara yang damai ….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-14:

hari ini aku bahagia karena dia menghampiriku dan mengucapkan sayangnya padaku,kemana duka yang semalam datang karena tak ada kabar beritanya??masa bodo dengan itu yang jelas hari ini aku bahagia,,aku ingin menumumkan pada semua mahluk yang berada dimuka bumi ini karena hari ini aku seneng,karena hari ini aku bahagia dan karena hari ini aku ringan melangkah itu semua karena hadirmu dan cintamu….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-15:

dalam kesendirianku tak pernah terbayang akan hadirmu disampingku,,dalam sunyiku tak pernah terbayang akan lambaian tanganmu menggapaiku,,adakah asa yang kau bawa dalam jiwamu buat diriku????…adakah semua yang tercipta dalam raga kan menjadi milikku untuh????…hadirmu dan lambaian tanganmu sangat membuatku terpana akan hadirmu didetik detik penantianku..

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-16:

kau tak kan pernah kulupakan dalam ingat dan benakku karena kau adalah satu satunya belahan jiwa yang tersimpan dalam ragaku,,,kau tak kan pernah terlewatkan dalam canda gurauku karena kau adalah topik pembicaraanku sehari hari,,,mampukah ku melupakanmu?/,,mampukah ku melewatimu??,,walau hanya sedetik dalam ingat takkan pernah kumampu melakukannya,,aku sayang kamu,aku juga tak ingin semua kisah kasih diantara kita ada yang tertinggal karena semua tercipta karena kau dan aku saling menyayangi…..

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-17:

diujung belahan dunia manapun kau berada aku akan menantimu, aku akan hadirkan panorama cinta yang kulukis dengan tinta emas yang kumiliki,aku akan hiasi dengan pita berwarna pink,,andai kau tau betapa rapi dan indahnya kukemas asa ini mungkin kau akan pulang manemuiku dalam keadaan apapun ,,,aku tak akan mengeluh ,,aku tak akan berkomentar tentang pulangmu dalam ragaku karena seperti janji kita dulu aku akan menerimamu apa adanya….

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-18:

gemuruh ombak dilautan luas tak mampu mengalahkan gemuruh dadaku ketika engkau menyapa,,,laut luas tak seluas cinta yang kumiliki,, tak seluas kasih yang kuciptakan buatmu aku akan selalu mengoleksi kisah hari hari kita yang entah sampai kapan akan terbentang dihadapan semua orang karena kita akan mengikrarkan kisah kasih diantara kita berdua..

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-19:

andai semua kata kata dan cerita cerita dalam karyaku ini adalah kisah nyata dalam hidupku, mungkin aku tidak kan mampu membendung suka dan duka yang akan datang silih berganti,,,andai semua kata kata indah ini mampu kulukis setiap hari betapa menumpuknya kertas kertas gambar dan cat warna yang akan tertuang,,,akupun takkan mampu mendapat belaian belaian manis setiap hari dan akupun takkan mampu mendapat sakit hati dari perlakuan perlakuan kasih yang pahit jika itu ada,,,oh andai saja semua ini benar adanya aku hanya akan mampu berucap terimakasih buat semuanya karena papun ini aku harus menerimanya karena takdir dan nasib tidak bisa dirubah dalam sekejab,,,,wahai kasih yang bersembunyi dibalek layar lebar ini dimana dirimu,adakah engkau mendengarkan keluhan dan curahan hari ini????…wahai kasih yang belum sampai dimana gerangan dirimu yang bersembunyi dibalik awan dan hujan,akankan engkau menyapaku dan menghampiriku????dan adakah seorang belahan jiwa yang akan menjadi kasihku?????,,,,hayal dan hayal takkan pernah berhenti sampai disini…..

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-20:

cinta tak mengenal cengeng ,cinta juga tak mengenal putus asa siapkan dirimu buat menyambut cinta yang entah manis atau pahit dijalani,,,,

YIQ 081803697172

————————————————–

Puisi Cinta ke-21:

resah dan gelisah terasa ketika detik detik terakhir engkau kadir,,kata yang aku nanti tidak juga tertuang ,,apakan mampu engkau ucapkan kata itu buatku???…aku tidak tau pasti apakah kau mampu atau tidak karena semua kata kata yang akan terucap sudah tertuang semua dari langkah dan gerakmu menghampiriku dalam hari hari terakhir ini

YIQ 081803697172

————————————————–

catatan: Cinta pada makhluk gak blh melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya, dan gak blh melanggar hak-hak Alla